Thursday, May 10, 2012

Kecik-kecik dulu , kita diajar sebut satu-satu perkataan . Jangan disebut yang tak baik . Nanti dapat dosa , masuk neraka . Masa tu kita takut , sebab memang yakin dengan kata mereka , neraka itu tempat org2 jahat , tempat org2 selalu buat dosa . Selalu cakap bohong , selalu cakap 'bodoh' , selalu tinggi suara dgn org tua .

Kecik-kecik dulu , kita diajar pakai selipar . Diajar  yang kiri kanan . Supaya jalannya nanti tidak pincang . Masa tu kita jadi seronok . Bila dh pandai pakai selipar sendiri , dah rasa mcm org besar . Boleh jalan sana sini tanpa luka sebb terpijak paku , terpijak serpihan kayu . Juga tanpa sedikit pun kekotoran .

Setelah itu , kita mula diajar berjalan . Depan orang lebih tua bila berjalan tundukkan separuh badan . Baru nampak tanda kita sayang , tanda kita hargai mereka . Melangkah biar sopan , ikut haluan . Jangan berlari-lari . Biar tidak tersungkur , lalu luka dan sakit menahan kepedihan . .

Tapi bila kita sudah besar , banyak perkataan yang tidak ajar mula jadi sebutan .
Yang kiri mula kita kanankan .
Yang sesat mula kita pertahankan .

MENGAPA ?

Terlalu bijakkah kita sekarang ?
Angkuhkah kita dengan yang masih belum pasti selamanya di genggaman ?
Majukah kita selamanya sedangkan kita dan dia dia serta dia berjalan bertentangan ?

Terlalu banyak persoalan dibandingkan jawapan . Sehingga kita mulai lupa siapa pembentuk lidah , minda dan langkah kita yang semakin lesu dan longlai . Selagi masih ada sisa akal fikiran , renungkan sejenak lantas teruskanlah dengan ISTIGHFAR .

No comments:

Post a Comment